Thursday, December 4, 2014

Static Routing

Kali ini saya akan membahas mengenai Static Routing pada Mikrotik. Sebelum saya membahas bagaimana langkah-langkahnya, berikut ini adalah pembahasan singkat untuk lebih memahami materi.

Routing : suatu protokol yang digunakan untuk mendapatkan rute dari jaringan satu menuju jaringan yang lain. Routing dibagi menjadi dua, yaitu routing statis dan dinamis. Router adalah device jaringan yang bekerja pada network layer, yang berfungsi menerima paket, menempatkannya dalam queue (antrian) dan setelah itu mengirimkan pada link sesuai dengan tujuannya. Agar tidak salah kirim, router mengecek header paket IP tujuan dan mengecek apakah tujuan itu berada pada jaringannya dengan mencocokkan alamat jaringan dan netmask. Jika sesuai, maka paket akan dikirim langsung ke tujuan. Jika tidak sesuai, maka router akan melihat mengecek/mengkalkulasi tabel routing untuk mencari rute yang paling tepat.


Routing Static : salah satu metode routing dimana administrator secara manual memasukkan rute-rete ke dalam table routing devais lewat konfigurasi file yang diload ketika devais dinyalakan. Karena dimasukkan secara manual oleh administrator, maka rute-rute ini tidak berubah setelah dikonfigurasi (kecuali admin mengubah rute tersebut). Karena itu metode routing ini disebut routing statis. Routing statis adalah bentuk paling sederhana dari routing.




MikroTik :


Jenis mikrotik ada 2 :



  1. Built-in Hardware: MikroTik yang telah terpasang pada perangkat keras dan siap menerima setting dari administrator jaringan.

  2. Berbentuk software: Jenis ini yang sering di pasang / di instal pada PC sebagai pengganti router Hardware. MikroTik Router OS adalah sebuah sistem operasi berbasis text yang di peruntukkan sebagai router jaringan. Software ini dapat diinstall pada PC dengan spesifikasi minimum Pentium 2 dengan RAM minimum 64Mb dan harddisk IDE 400 Mb


Pada kali ini saya akan mempraktekan bagaimana mengatur static routing pada akses mikrotik via Winbox. Dimana kita dapat meremote atau mengakses MikroTik dengan software toll winbox.


Konfigurasi static routing di MikroTik akan kita buat sesuai dengan topologi jaringan yang telah dibuat sebelumnya menggunakan packet tracer. Lihat gambar dibawah ini:




[caption id="attachment_223" align="aligncenter" width="610" caption="Topologi Jaringan"][/caption]

Sesuai dengan topologi jaringan, saya berada pada Router 3. Pada tulisan ini saya akan menjelaskan bagaimanakah cara menghubungkan antara semua router yang terdapat dalam jaringan. Berikut ini langkah-langkahnya :




  1. Hubungkan kabel UTP straight/crossover dari LAN port computer anda ke port PoE/Boot pada router mikrotik.

  2. Buka aplikasi winbox dan jika mikrotik telah tersambung maka akan muncul tampilan awal seperti berikut :

    [caption id="attachment_222" align="aligncenter" width="300" caption="Tampilan Awal pada WinBox"][/caption]

  3. Kemudian pilih pada pilihan Connect Tomaka akan muncul tampilan seperti berikut :

    [caption id="attachment_217" align="aligncenter" width="300" caption="Pilih Connect To untuk masuk dalam Winbox"][/caption]

  4. Lalu klik pada MAC Address untuk memilih yang mana yang akan digunakan, kemudian klik tombol Connect, maka tampilan pada Connect To akan berubah menjadi seperti berikut :

    [caption id="attachment_218" align="aligncenter" width="300" caption="Tampilan Winbox ketika MAC Address sudah dipilih"][/caption]

  5. Langkah awal menjalankan aplikasi winbox ini adalah jangan lupa untuk mengatur waktu terlebih dahulu, caranya dengan klik menu System lalu pilih Clock.

    [caption id="attachment_219" align="aligncenter" width="266" caption="Pilih Menu System -> Clock"][/caption]

  6. Maka akan muncul window Clock, atur tanggal dan waktu yang sesuai.

    [caption id="attachment_220" align="aligncenter" width="240" caption="Tampilan window dialog Clock pada Winbox"][/caption]

  7. Untuk melihat interface ethernet router melalui winbox dapat dengan mengklik pada menu Interfaces. Maka akan tampil Interface List seperti berikut :

    [caption id="attachment_226" align="aligncenter" width="602" caption="Interface List"][/caption]

  8. Untuk mengatur nama interface, lakukan double click pada interface yang akan di ubah namanya. Maka akan tampil kotak dialog seperti dibawah ini :

    [caption id="attachment_235" align="aligncenter" width="359" caption="Ubah interface ether13"][/caption]

  9. Lalu ganti nama interface dengan Kelompok5. Sehingga akan muncul seperti berikut :

    [caption id="attachment_236" align="aligncenter" width="359" caption="Tampilan dari Interface setelah namanya diganti"][/caption]

  10. Untuk mengganti ip address pada interface klik pada tab Ethernet. Lalu akan muncul window Address kemudian atur ip address yaitu 192.168.0.10/30, network 192.168.0.8. kemudian pada pilih interface pilih interface yaitu ether1.

  11. Untuk menambah routing table, klik ip-routes lalu pilih tombol  . Maka akan muncul window seperti dibawah ini.

  12. Untuk melihat hasil routing tabel yang telah dikonfigurasi, klik ip-routes. Maka akan muncul sindow Address List.



No comments:

Post a Comment